Selamat hari kartini!
Berbicara tentang perempuan itu bicara tentang kelembutan, bicara tentang keteguhan, bicara tentang kesetiaan, dan bicara tentang investasi masa depan.
Mau tak mau, suka tak suka, harus diakui bahwa perempuan itu investasi. Hal yang membedakan adalah, perempuan bisa memilih menjadi investasi yang seperti apa. Investasi terapresiasi yang nilainya selalu naik atau investasi yang terdepresiasi layaknya aktiva yang terus disusut tiap tahun?
Meski perempuan adalah investasi, tak ada perempuan yang mau dimasukkan ke dalam portofolio sejenis. Misal perempuan adalah saham, maka ia tak akan senang bila dimadu dengan saham lainnya. Investor mungkin punya kalkulasi dan rumus untuk menghitung risiko dan return. Tapi, siapa yang bisa menghitung rasa sakit dan cemburu saat dimadu?
Karena perasaan tak bisa dikuantitatifkan. Tak berbilang. Tak ada kalkulator yang mampu menghitungnya. Saat perempuan bilang cemburu, maka tak ada yang tahu seberapa jumlah cemburu itu. Bisa jadi rasa cemburu itu tumbuh seperti gunung es. Kecil saja di permukaan, namun menghujam hebat ke lautan.
Saham bisa saja didiversifikasi. Tapi perempuan mana yang ingin diperlakukan seperti saham. Kau pikir perempuan itu bisa dijual seperti saham?
Jumat, 22 April 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Featured post
Khitan/ Sunat Anak di Subang
Halo semua, selamat tahun baru 2026 ya! Tahun 2025 adalah tahun yang lumayan dar der dor buat aku. Banyak pengalaman yang mendewasakanku ter...
-
Kemarin kamis 19 oktober 2017 saya harus ke Kebumen untuk melaksanakan audit di cabang perusahaan. Well, kalo lewat kebumen saya setidaknya ...
-
dimana-mana kalo orang baru ketemu dan ga saling kenal yaa lumrahnya kenalan. tanya nama, alamat, nomer HP, imel, fesbuk, twitter kalo perlu...
-
tulisan ini curhatan saya pribadi. mohon maaf jika ada pihak-pihak yang merasa tersinggung, mungkin cuma kebetulan. ceritanya dimulai dari...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar