Minggu, 25 September 2016

Journey to Thailand #3

It's been a long time.. Hai?

Maaf baru sempet nulis blog lagi sekarang. Honestly saya dari kemarin pengen banget share lagi lanjutan journey to thailand. Tapi entahlah.. ada mood swing dan kesibukan yang datang sejara berurutan dan simultan. Actually, all of my business is okay under my control and i have no reason to lazy. But i don't know why.. i always find my self choose watching movie or listening to music than writing haha

Nah, buat kamu yang penasaran apa yang saya lakuin pas sampai di Don Muang International Airport, ini diaa:

1. abis turun dari pesawat dan masuk ke bandara, temen saya ada yang nyari toilet. Walhasil kami nunggu, sambil beberapa temen nyari info soal prosedur imigrasi. Sekedar iseng, saya nyobain telfon umum yang ada di bandara. Ternyata masih berfungsi dengan baik.

 

itu nyobain boongan sih sebenernya. Abis saya ga punya koin baht :3

2. Foto-foto buat say hi to Thailand.
yey, sengaja aja foto-foto di bandara biar keren :D anggep aja ini sebagai kenangan Bandara luar negeri yang pertama kali saja injak

 

kalo lagi foto-foto gini korbannya adalah  om Dwi. Cowok satu-satunya di kelas yang sebenernya narsis, cuma apes sering disuruh jadi tukang foto wkwk

3. Abis foto-foto dan peserta sit in sudah dinyatakan lengkap, kita cuss ambil arrival dan departure card.
Semacam formulir yang bentuknya mirip kartu SPP pas SMA yang ditekuk jadi tiga. Disitu kita isi identitas, tujuan kita ke thailand, alamat selama di thailand, dst..
Inti formulir itu sebenarnya cuma buat memastikan kalo kita ngga gelandangan di negeri orang. Ya kasian mereka kalo harus ngeluarin biaya buat penjara dan deportasi :D piss

4. Antri Imigrasi.
Antrian buat imigrasi ini ternyata naudzubillah lumayan panjang. Pas antri, disitu lalu lalang petugas yang pake rompi 'Immigration Help' imut-imut deh petugasnya. Beneran.

Ada kejadian yang menyakitkan pas antri imigrasi. Ceritanya pas itu antrian untul orang berkebutuhan khusus maupun pejabat negara lagi kosong. Nah temen saya si Indah Sulistian dipersilakan petugas ke antrian "Priority Line" yang lagi kosong. Trus si Indah ini melambai-lambaikan tangan ke saya. Maksud dia, saya disuruh ke sana aja mumpung antrian sepi. Oke deh saya lari kesana.

Pas sampai sana ternyata saya malah dimarahin petugas imigrasi. "Where are you from?" Petugasnya minta ngeliat paspor saya. "Indonesia mam" jawab saya sopan. "Indonesia antri di Asean Lane" dia nunjuk-nunjuk ke antrian panjang, nadanya marah-marah dan tinggi.

Saya mengerucutkan bibir. Yaelah buk.. saya juga tau. Akhirnya saya balik ke antrian sebelumnya. Sementara Indah melenggang bebas ke bawah dan tersenyum bahagia. Ngek -,-

Abis urusan imigrasi kelar, saya ke conveyor ambil bagasi dan kemudian nunggu temen-temen yang lagi-lagi pada ke toilet atau yang masih ada di antrian imigrasi.

5. Nunggu Bis Jemputan
pas kita keluar bandara, banyak banget pedagang simcard nyegat. Kita jadi tontonan disitu, apalagi ada 17 cewe berhijab. Pemandangan langka di negeri gajah putih. Trus ada seorang mbak-mbak bawa tulisan 'Yogyakarta State University' menghampiri dan nuntun kita keluar bandara.

Sambil nunggu bus datang, kita kepo-kepo ke mbak yang namanya lupa ini. Dia adalah staff Global Relation Center (GRC) Burapha.

Sambil nunggu bus juga itulah kita merasa bingung mau sholat dimana. Okay mungkin kita bisa solat di emperan bandara. Tapi wudhu dimana? Toilet bandara itu toilet kering. Ditambah lagi sedang ada antrean panjang. Jadi ngga mungkin juga kalo kita mau wudhu di wasatafel. hiks

Akhirnya dengan keterbatasan ilmu yg saya miliki, saya memutuskan untuk solat aja di bus. pendapat saya ini langsung di amini temen-temen saya.

 
 
udah jam segitu kita baru naik bus dan belum sholat dhuhur sama ashar. Perlu di ketahui kalo waktu di thailand sama di jakarta itu ngga beda. sama-sama GMT +7. Jadi ngga usah terlalu khawatir soal perbedaan waktu. Yang kerasa banget bedanya adalah, disini waktu siang lebih panjang daripada waktu malam.

nah, segitu dulu cerita soal perjalanan ke thailand.. semoga besok bisa update lagi yaa... daah

Senin, 15 Agustus 2016

Journey to Thailand #2

Assalamu'alaikum, Selamat siang

Setelah sebelumnya saya menyapa kalian pake bahasa inggris, kali ini saya memutuskan untuk pake bahasa indonesia aja. Sengaja sih, lagi pengen selang seling nulis inggris-indonesia campur-campur. Maklum, mood juga lagi campur-campur.

Di tulisan sebelumnya, saya cerita gimana perjalanan dari Jogja ke Jakarta. Kali ini saya bakal cerita soal perjalanan saya dari Jakarta ke Thailand naik Thai Lion Air. Pesawat ini pula lah yang saya naiki pas balik dari Thailand ke Singapura.



Ini pemandangan dari pesawat pas mau ke runway. Sebenernya kali ini saya juga dapet jatah seat di samping jendela, tapi diserobot sama temen saya -,- but it's okay, saya ikhlas kok ^^




Itu buku panduan tentang keselamatan, muulai dari apa yang harus dilakukan saat pesawat take off, landing, dan bagaimana cara kita menghadle situasi darurat yang terjadi. Di Thai Lion yang saya naiki ini, ga ada layar touchscreennya. Jadi sosialisasi tentang safety flight dilakukan secara manual, dalam artian pramugara dan pramugarinya memeragakan penggunaan alat-alat keselamatan di hadapan para penumpang,



Taraa... ini barang kedua yang tersedia di kantong kursi depan saya, majalah.  Pas pertama nemu majalah, saya seneng. Yaa lumayan, ada yang bisa dibaca buat ngisi waktu penerbangan 3,5 jam.



Haha ternyata tulisannya dalam aksara Thai semua, ada sih yang ditranslate ke inggris, tapi dikit banget, sepertinya materi yang ditranslate kurang proporsional. Tapi kaget juga lho, ternyata maskapai thailand ini ngeliput pulau Borneo buat majalahnya. Betapa saya jadi bangga sama Indonesia.



Dari majalah ini saya jadi tau, kalo ternyata rute penerbangan Thai Lion dari Jakarta ke Bangkok itu emang baru. Baruu dibuka bulan mei kemarin. Thai Lion Air membuka satu kali penerbangan dlam sehari dari Jakarta ke Bangkok.



Nah, ini rute penerbangan Thai Lion Air.



Ditengah-tengah kesibukan bolak-balik majalah, eh kita dikasih ini nih, air putih sama snack wafle cokelat. Trus kita juga ditawarin beli makanan.



Jangan kaget sama harganya ~ Oiya, kalo beli makanan disini, kita pake mata uang Baht yaa..



Ready to landing. Pengen banget teriak, Thailaaaand i'm coming! Yey! ^^

Dari pesawat, kita dijemput bus untuk ke pintu international arrival. Abis itu ngus imigrasi, ngisi kartu kedatangan gituu trus ngga lupa nyari wifi bandara buat bilang ke ibuk, "Buk.. aku wes tekan thailand!" Rasanyaa ga tau kenapa seneng banget. Merinding.. Seorang Tia, si gadis desa akhirnya menginjakkan kakinya di Thailand sebagai Mahasiswa bukan TKI. Sebagai tamu kedatangan yang terhormat. Duh susah dijelaskan dengan kata-kata.

Perjuangan ngirit uang saku selama dua semester, perjuangan orang tua, doa bapak-ibuk biar anaknya bisa ikut sit in di thailand Alhamdulillah di kabulkan. Allah luar biasa. Benar-benar Maha Baik.

Ini bukan akhir, it'a a begining. Ini awal, babak baru yang semoga akan menghadirkan babak-bababk kejutan indah di hidup saya.

Next time, saya ceritakan lagi deh soal perjalanan menapaki Thailand..
Daaah... see you :)

Sabtu, 13 Agustus 2016

Journey to Thailand #1

Hai! Sawasdee Khaa! I hope it is a good day for writing my first journey abroad to Thailand!
Actually, it is so late to share you this experience. Because i go to Thailand around a moth ago, exactly at July 11. Honestly i'm so busy after coming back to Indonesia. My duty as student of Accounting Education on 7th semester made me must going to a school and doing a teaching practice there. Awesome enough you know :D

Okay, back to my goal to tell you about everything i had when i prepare, conduct a journey, and come back here.Please enjoy!

We come to first question. Why i go to thailand?

I am a student of Excellent Class of Accounting Education of Yogyakarta State University. The Accounting Education Department has a program named Sit In that conducted every year. The participant of the program is special for the students of Excellent Class. Sit In Program allow us as the student of excellent class, to study in other university in different country for several day. It is 8 days in my experience.

After a long process of administration, my class is welcomed by Burapha University. Burapha University provide us really a great facilities. I'll tell you about this later.

My journey start from Adisutjipto International Airport, from this airport we fly with Batik Air to Soekarno-Hatta International Airport in Jakarta. After that we have to fly around 3.5 hours by Thai Lion Air into Don Mueang International Airport. Then we ride a bus about 2 hours from the airport in Bangkok to Burapha University in Chonburi.





This is my first flight. I never be in the plane before this journey. I got seat A, near the window. How lucky i am. By the way plane is the most comfortable transportation i ever had. From here i understand, why a ticket of plane being so expensive.



Batik air provide us a magazine to read. This magazine helps us to handle our bored.



Batik air has a touchscreen, i don't know what is it called. But i really like this facilities. We can watch a movie, play a game, listen the music, see the route of the plane, and etc. When the plane crews want to tell us an information, they tell us by this screen.

That's an comfortable experience to fly with Batik Air from Jogja to Jakarta.

But, behind the comfortable one, i still can't enjoy this journey because i remember a really short transit time in Jakarta. According to the booking evidence, we only had an hour and 15 minutes to move from terminal 1C to terminal 2D, check in, and going to immigration.

Fortunately, the pilot inform that we'll conduct a landing 20 minutes ahead from the schedule. This made me grateful. Still there's a little bit panic but it's not as big as before because there's 20 minutes addition.

When the plane has landed, i and my friend directly run as fast as possible to the shuttle bus. Luckily we are, we don't have to wait the bus. We take 3 minutes to reach terminal 2D. We still running when we entered Terminal 2D. We found the check in counter is empty, it's a little bit relieve us because that's mean we don't take much time to queue.

From the check in counter, we run into immigration. Here our passport is being stamped as a signed that we are leaving from Indonesia. Hiks :')

After immigration affair is done, we are searching the gate.
Then we're ready to fly leaving for Bangkok by Thai Lion Air~~

I'll tell you this experience later. See you :D

Senin, 30 Mei 2016

Mau menjadi sukses ngeblog?




Usia bukan penghalang untuk bisa menjadi blogger yang sukses.
Karena saya pernah membaca blog blog perempuan terutama emak emak.
Saya tidak menyangka seorang blogger sukses udah emak lagi. Usianya sudah sekitar 40 tahun tapi blognya sudah sukses.
Siapa lagi ada blogger yang masih usia belasan tahun sudah menjadi blogger yang sukses.
Bagaimana dengan kita yang usianya jauh seperti mereka?
Yang kita pikirkan adalah saya tidak bisa saya sibuk dan berbagai macam alas an lainnya.
Berikut saya berikan nama nama blogger yang sudah sukses di Indonesia untuk menjadi inspirasi kita semua.
1.       Winda krisnadefa dari bekasi pemilik emakgoel.com
2.       Pak Herman yudiono dari Makassar pemilk blogodolar.com
3.       Ibu Susindra dari jepara pemilik susindra.com (maaf lupa)
4.       Mira Sahid dari bandung termasuk salah satu penggagas komunitas Emak Emak blogger
5.       Abdul cholik dari Surabaya pemilik blogcamp
Dan seabrek blogger yang dimiliki orang orang Indonesia
Ada juga blogger yang sudah diliput oleh awak media, masuk televise, hingga on air di radio daerah.
Setiap blogger punya bakat masing masing yang tidak dipunya oleh orang lain. Sehingga kita sendiri harus mengembangkan untuk kreatif dan berinovasi dan dunia blogging yang makin kompetitif.
Dulu rata rata orang Indonesia berkata ngeblog itu tidak penting dan tidak akan menghasil apa apa.
Ternyata pikiran mereka yang katanya ngeblog adalah salah satu bentuk scam adalah buah dari ilusi pikirannya sendiri.
Ditahun depan dunia blogging akan menjadi sesuatu yang sangat potensial. Kita ngga tahu hal itu akan terjadi apa tidak.
Bila kita tidak mulai bergerak lebih awal kemungkinan kita akan tidak mampu bersaing dengan blogger yang sudah bergerak terlebih dahulu.
Ambil peluang
Sebagai seorang blogger pemula yang baru tahu dan tergerak hatinya marilah kita mulai. Dimulai baca baca referensi ilmu ilmu yang bisa menunjang bahwa ngeblog adalah sesuatu hal yang asyik bila sudah menjadi kebiasaan seorang blogger.
Salam
Ditulis oleh Mukhofas Al-Fikri pemilik blog BauBlogging.com silahkan berkunjung.
BauBlogging.com  membahas seputar ngeblog, marketing blog dan kiat kiat menjadi blogger. Dan ambil juga ebook gratisnya

Minggu, 22 Mei 2016

Apakah ini perintah Allah?

"Apakah ini perintah Allah?"
"ya"

Jawaban itu membuat Hajar istri Nabi Ibrahim As tidak lagi bertanya apapun. Ditinggalkan di tengah gurun pasir dengan seorang bayi dan tanpa ditemani seorang manusia pun ia rela. Ketika perbekalan dan air minum habis, ia berjuang berlari-lari bolak-balik dari shofa ke marwa. Keyakinannya menunaikan perintah Allah tak dapat diganggu gugat. Ia tak pernah mempertanyakan mengapa Allah memerintahkan Nabi Ibrahim meninggalkan istrinya di situasi sulit seperti itu.

Jawaban yang hampir sama pula diutarakan putra Hajar. Isma'il yang masih muda belia diperintahkan untuk disembelih oleh ayahnya sendiri -Ibrahim. Apa Isma'il lari? Kabur? Tidak! Kisah ini bahkan termaktub indah dalam Qs. Ash Shaffat ayat 99-111. 

Lalu, apakah kita tidak malu saat Allah memerintahkan kita berbuat baik kepada orang lain, namun tidak kita lakukan. Kita sibuk mencaci teman, saudara, bahkan sahabat sendiri. Kita sibuk mengkhianati kepercayaan dan amanah yang diberikan. 

Sungguh, yang perlu kita tanyakan cukup "Apakah ini perintah Allah?" Jika jawabannya adalah iya, maka lakukan tanpa banyak bertanya. Karena Allah tak akan pernah mengkhianati hamba yang melakukan perintahNya.

Kamis, 19 Mei 2016

Teori Elastisitas Permintaan

Dalam ilmu ekonomi, elastisitas permintaan mengukur seberapa besar kepekaan perubahan jumlah permintaan barang terhadap perubahan harga. Ketika harga sebuah barang turun, jumlah permintaan terhadap barang tersebut biasanya naik. Semakin rendah harganya maka semakin banyak benda itu dibeli. Elastisitas permintaan ditunjukkan dengan rasio persen perubahan jumlah permintaan dan persen perubahaan harga. Jika cinta diibaratkan pake elastisitas permintaan, maka ada beberapa jenis kurva elastisitas yang mungkin muncul:

1. Elastis sempurna
Permintaan elastis sempurna terjadi jika perubahan permintaan tidak dipengaruhi sama sekali oleh prubahan harga. Cinta jenis ini dimiliki oleh para playboy dan playgirl; terkutuk yang suka gonta ganti pasangan tanpa ada hujan, angin, badai, sampai kiamat yaa terkutuk kayak gitu!

2. Elastis
Terjadi jika perubahan harga berpengaruh cukup besar terhadap perubahan kuantitas barang yang diminta. Cinta yang dimiliki golongan ini dangkal. Mementingkan ego, melihat akibatnya apa sama dirinya sendiri. Kalo cukup  berbahayaa yaa pindah hati aja toh?

3. Elastis Uniter 
Terjadi apabila perubahan harga pengaruhnya sebanding terhadap perubahan kualitas barang yang diminta. Cinta ini wajar. Seperti yang ada di Al qur'an. Perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik. Demikian pula sebaliknya. Ibaratnya kalo jodoh kita udah bernilai 8 dihadapan Allah, tapi kita baru bernilai 6, yaa belum dipertemukan. Kapan kita dipertemukan? Nanti, kalo kita udah bernilai 8.
Maka, kalau kita ga mau dzalim sama diri kita sendiri dan pasangan kita kelak, berubahlah dari sekarang. Jadilah orang baik yang semoga juga akan segera dipertemukan dengan orang yang baik pula.

4. Inelastis
Permintaan Inelastis terjadi apabila persentase perubahan jumlah yang diminta relatif lebih kecil dibanding persentase perubahan harga. Permintaan inelastis biasanya terjadi pada barang-barang kebutuhan pokok. Permintaan terhadap barang-barang kebutuhan pokok cenderung inelastis karena konsumen tidak akan menghentikan pembelian walaupun harganya naik.
Cinta jenis ini mulai ga wajar, meski ditinggal pasngan selingkuh, tetap aja setia. Entah bedanya setia dan bodoh tipis sekali di level ini. 

5. Inelastis Sempurna 
Permintaan ini terjadi jika tidak ada perubahan jumlah yang diminta meskipun ada perubahan harga. Perubahan harga sebesar apapun sama sekali tidak berpengaruh terhadap jumlah yang diminta. konsumen tidak lagi memperhatikan harganya. 
Mau disiram air panas, di setrika, di pukuli, tetep aja ngrengek bilang "aaaa aku sayang banget sama kamu" Irrasional dan ironis. 

Entah, pusing sekali menghubungkan teori elastisitas permintaan dengan cinta. Satu hal yang selelu saya yakini, jika memang kamu mencintai saya, maka kamu akan berjuang untuk mendapatkan saya. I just need you prove it!

Minggu, 08 Mei 2016

ENVY

As you know, saya punya kebiasaan stalking akun sosmed temen-temen saya. Barusaan aja seorng teman SMP nge-add saya buat jadi friends di facebook.  Langsung deh saya accept, tapi abis itu saya stalking profilnya.

Singkat cerita, membuka profil facebooknya membuat saya terharu. However, she totally change from who i recognize when i was a junior high shool student. Teman saya yang cantik ini sekarang bercadar, sudah menikah, facebooknya bersih dari hal-hal alay dan galau.

Honestly, i'm envy. Everyday i write on my diary that i wanna change my self better. I wanna be a solehah girl. A shining pearl that my parents always wish.

Wanita sholehah itu sebaik-baik perhiasan dunia. Ia mutiara mahal yang tak lekang ditelan zaman. Sebenernya dari kecil saya pengen kayak Aisyah istri Rasulullah. Sholehah, cantik, cerdas, lincah, dan entah kata apa lagi yang bisa menggambarkan sosok luar biasa itu.

Well, balik ke temen saya lagi. Barakallah... aku sungguh mendoakanmu mendapat kucuran rahmat tak terhingga dari Nya.. Girl, you inspired me a lot. Uhibbuki fillah <3

Featured post

Khitan/ Sunat Anak di Subang

Halo semua, selamat tahun baru 2026 ya! Tahun 2025 adalah tahun yang lumayan dar der dor buat aku. Banyak pengalaman yang mendewasakanku ter...